{"id":1487,"date":"2023-10-01T00:57:55","date_gmt":"2023-10-01T00:57:55","guid":{"rendered":"https:\/\/obserf.id\/?p=1487"},"modified":"2024-09-26T13:41:00","modified_gmt":"2024-09-26T13:41:00","slug":"game-grafik-pixelated-bukan-sekedar-jualan-nostalgia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/obserf.id\/index.php\/2023\/10\/01\/game-grafik-pixelated-bukan-sekedar-jualan-nostalgia\/","title":{"rendered":"Game Grafik Pixelated Bukan Sekedar Jualan Nostalgia"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"1487\" class=\"elementor elementor-1487\" data-elementor-post-type=\"post\">\n\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-7dc3e2f3 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"7dc3e2f3\" data-element_type=\"section\" data-e-type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-69f3a3ee\" data-id=\"69f3a3ee\" data-element_type=\"column\" data-e-type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-7b03fdbb elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"7b03fdbb\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\n<p>Bila kamu sudah bermain game sejak zaman PS1, atau bahkan NES (Nintendo Entertainment System) pasti sudah tidak asing&nbsp; dengan grafik game yang pixelated. Game dahulu grafiknya demikian karena memang keterbatasan teknologi pada masanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, di masa kini pun tidak sedikit game rilisan terbaru yang menggunakan grafik pixelated tersebut. Banyak yang beranggapan hal tersebut diambil demi menjual nostalgia semata. Hal tersbut memang tidak sepenuhnya salah, namun saya beropini ada faktor lain yang membuat grafik pixelated pada game masih jadi pilihan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Mudah Dibuat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Game pixelated biasanya lebih mudah dikerjakan dan waktu pembuatan yang lebih singkat dibanding game grafik lain yang juga 2D. Hal ini karena sprite-sprite yang digunakan berukuran kecil dan sederhana, sehingga tidak membutuhkan banyak detail.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, kaarena lebih mudah dibuat,&nbsp; game grafik&nbsp; pixelated tidak membutuhkan keahlian yang tinggi untuk dibuat. Pengembang game pemula pun membuat game pixelated dengan mudah.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Biaya Pengembangan Minim<\/strong><strong><br><\/strong>Dalam industri game, penghematan biaya pengembangan merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan. Dalam hal ini, grafik pixelated memungkinkan pengembang game untuk menghasilkan game yang murah namun tetap bernilai.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Biaya pengembangan game dengan grafik pixelated relatif lebih murah karena sprite yang digunakan tidak perlu detail yang rumit dan desain gameplay yang sederhana, dibandingkan harus membuat model 3d ataupun skessa 2 d lainnya<\/p>\n\n\n\n<p><strong><br><\/strong><strong>Menyesuaikan Tema<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Penggunaan grafik pixelated pada game juga dipilih developer untuk menyesuaikan tema game yang dibuat. Game dengan tema retro atau game yang bertemakan nostalgia, memang cocok dengan grafik pixelated. Itu sebabnya, game dengan grafik pixelated biasanya memberikan kesan yang lebih kuat pada para pemainnya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Menumpahkan Kreativitas Pada Hal Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu alasan lain penggunaan grafik pixelated pada game adalah memungkinkan pengembang game untuk mengalihkan kreativitas pada hal lain. Dengan kata lain, hal ini akan membantu pengembang game untuk lebih memperhatikan aspek-aspek lain, seperti cerita dan gamplay, selain dari segi grafik.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Peminatnya Banyak<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Namun, alasan utama penggunaan grafik pixelated pada game mungkin bisa ditemukan di jumlah peminatnya yang banyak. Terutama di kalangan anak muda anak zaman sekarang yang merasa tertarik dengan tema retro, nostalgia dan hal-hal yang berkaitan dengan yang sebenarnya sudah terlewat. Sehingga, meski grafiknya pixelated, game tersebut masih tetap layak untuk dimainkan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Setelah memahami alasan-alasan di atas, Bisa kita lihat bahwa memang ada beberapa alasan developer membagun game dengan grafis pixelated. Mulai dari mulai dari proses pem buatan, budget, serta pasarnya yang masih ramai.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak ada salahnya mencoba game yang memiliki grafik pixelated. Karena, pada dasarnya kualitas sebuah game tidak selalu ditentukan oleh grafiknya. Selamat memainkan game pixelated favoritmu!<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-2 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\"><\/figure>\n\n\n\n\n\n\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bila kamu sudah bermain game sejak zaman PS1, atau bahkan NES (Nintendo Entertainment System) pasti sudah tidak asing&nbsp; dengan grafik game yang pixelated. Game dahulu grafiknya demikian karena memang keterbatasan teknologi pada masanya. Namun, di masa kini pun tidak sedikit game rilisan terbaru yang menggunakan grafik pixelated tersebut. Banyak yang beranggapan hal tersebut diambil demi &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/obserf.id\/index.php\/2023\/10\/01\/game-grafik-pixelated-bukan-sekedar-jualan-nostalgia\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">Game Grafik Pixelated Bukan Sekedar Jualan Nostalgia<\/span> Read More &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":1524,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","footnotes":""},"categories":[21],"tags":[],"class_list":["post-1487","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-technology"],"rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/obserf.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/retro-computer-desk-arrangement-scaled.jpg",2560,1829,false],"landscape":["https:\/\/obserf.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/retro-computer-desk-arrangement-scaled.jpg",2560,1829,false],"portraits":["https:\/\/obserf.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/retro-computer-desk-arrangement-scaled.jpg",2560,1829,false],"thumbnail":["https:\/\/obserf.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/retro-computer-desk-arrangement-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/obserf.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/retro-computer-desk-arrangement-300x214.jpg",300,214,true],"large":["https:\/\/obserf.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/retro-computer-desk-arrangement-1024x731.jpg",1024,731,true],"1536x1536":["https:\/\/obserf.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/retro-computer-desk-arrangement-1536x1097.jpg",1536,1097,true],"2048x2048":["https:\/\/obserf.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/retro-computer-desk-arrangement-2048x1463.jpg",2048,1463,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Mas Arib Rakhman Azhary","author_link":"https:\/\/obserf.id\/index.php\/author\/azhary21\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/obserf.id\/index.php\/category\/technology\/\" rel=\"category tag\">Technology<\/a>","rttpg_excerpt":"Bila kamu sudah bermain game sejak zaman PS1, atau bahkan NES (Nintendo Entertainment System) pasti sudah tidak asing&nbsp; dengan grafik game yang pixelated. Game dahulu grafiknya demikian karena memang keterbatasan teknologi pada masanya. Namun, di masa kini pun tidak sedikit game rilisan terbaru yang menggunakan grafik pixelated tersebut. Banyak yang beranggapan hal tersebut diambil demi&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/obserf.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1487","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/obserf.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/obserf.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/obserf.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/obserf.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1487"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/obserf.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1487\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1527,"href":"https:\/\/obserf.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1487\/revisions\/1527"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/obserf.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1524"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/obserf.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1487"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/obserf.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1487"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/obserf.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1487"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}